Rabu, 02 Agustus 2017

Virus Infeksi Saluran Napas

Angka kejadian infeksi saluran nafas akut sekitar 75-80% dari semua penyakit infeksi akut di Amerika Serikat. Dan sekitar 80%-nya disebabkan oleh virus. Insiden infeksi saluran nafas ini sangat bervariasi bergantung dari umur penderita, dimana biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak, selain itu iklim juga sangat berpengaruh, dimana prevalensi meningkat pada musim dingin dan menurun pada musim panas.

Virus-virus yang berperan sebagai penyebab penting infeksi saluran nafas akut adalah virus influenza, virus parainfluenza, rhinovirus, adenovirus, virus sinsitial pernafasan dan virus korona pernafasan. Reovirus masih diperdebatkan apakah masuk ke dalam golongan ini atau bukan. Virus lain seperti enterovirus dan virus measles juga dapat menyebabkan gejala infeksi saluran nafas.1

Masa inkubasi virus-virus tersebut tergolong cukup pendek sekitar 1-4 hari dan penularannya secara langsung dari orang ke orang melalui droplet yang infektif atau transmisi tidak langsung, melalui tangan yang terkontaminasi sekret hidung atau epitel konjungtiva. Infeksi ini dapat dijumpai di seluruh belahan dunia.1 Virus penyebab infeksi saluran pernapasan menimbulkan gejala yang hampir serupa berupa sindrom batuk pilek, namun pada beberapa jenis seperti virus sinsitia pernapasan dan CoV-SARS yang merupakan keluarga Coronaviridae, dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dimana dapat menyerang saluran pernapasan bagian bawah seperti bronkiolitis dan pneumonia.

Umumnya virus-virus ini sulit dibiakkan dalam perbenihan, jadi untuk menegakkan diagnosa digunakan metode serodiagnosis berupa uji hemaglutinasi, uji Nt, CF dan ELISA. Untuk memahami lebih lanjut mengenai viru-virus penyebab infeksi saluran pernapasan, penulis mencoba menjelaskannya secara terperinci. Mudah-mudahan apa yang penulis tulis dapat menambah pengetahuan kita tentang virologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar